Jenazah Dibawa ke Polres Sumba Barat, Warga Geger

Berita27 Dilihat

SUARANNTT.COM,-Suasana duka sekaligus ketegangan menyelimuti Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, Selasa (15/9/2026).

Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah warga membawa jenazah menggunakan tandu menuju Markas Polres Sumba Barat. Rombongan warga tersebut kemudian memadati kawasan Mapolres Sumba Barat.

Korban diketahui berinisial JT (39), warga Kampung Wai Makapal, Desa Bali Ledo, Kecamatan Loli, Kabupaten Sumba Barat.

Berdasarkan keterangan Polda NTT, JT meninggal dunia setelah terkena tembakan polisi saat hendak diamankan di rumahnya pada Selasa pagi.

Peristiwa tersebut bermula dari pengembangan kasus dugaan pencurian ternak. Polisi sebelumnya telah menangkap sejumlah orang yang diduga terlibat dalam perkara tersebut. Dari hasil pemeriksaan terhadap para terduga pelaku, polisi kemudian bergerak untuk mengamankan JT.

Menurut keterangan Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra, saat polisi mendatangi rumah JT sekitar pukul 09.40 WITA, yang bersangkutan disebut menyerang petugas menggunakan parang.

Polisi kemudian melepaskan tiga kali tembakan peringatan ke udara. Namun, JT disebut tidak mengindahkan peringatan tersebut dan berupaya melarikan diri.

Petugas kemudian melepaskan tembakan yang ditujukan untuk melumpuhkan korban. Dalam kondisi tersebut, JT terjatuh dan peluru justru mengenai bagian bahu kanannya.

JT kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Kristen Lende Moripa Waikabubak sekitar pukul 10.00 WITA untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, sekitar pukul 10.20 WITA, korban dinyatakan meninggal dunia.

Kematian JT kemudian memicu reaksi keluarga dan warga Desa Bali Ledo. Jenazah korban dibawa menuju Mapolres Sumba Barat sebagai bentuk protes dan tuntutan agar kematian korban mendapat penjelasan serta pertanggungjawaban.

Kedatangan massa kemudian berkembang menjadi kericuhan. Sejumlah warga dilaporkan melempari Mapolres Sumba Barat, sementara polisi melakukan pengamanan dan mengeluarkan tembakan peringatan untuk membubarkan massa.

Mobil dinas polisi juga dilaporkan dibakar dalam rangkaian kericuhan tersebut.
Sementara itu, Polda NTT menyatakan akan menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap insiden tersebut, termasuk mengecek prosedur dan standar operasional (SOP) tindakan kepolisian dalam penanganan JT.

Dengan demikian, penyebab kematian JT menurut keterangan awal kepolisian adalah akibat luka tembak, sedangkan konteks atau motif terjadinya penembakan berkaitan dengan upaya polisi mengamankan JT yang disebut sebagai terduga pelaku pencurian ternak.

Namun, rangkaian peristiwa tersebut masih menjadi perhatian dan pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan seluruh fakta, termasuk kesesuaian tindakan petugas dengan prosedur penggunaan kekuatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *