Di Depan Wapres, Klaim Wakil Bupati Kupang Soal Tunjangan 3T Langsung Dipatahkan

SUARANTT.COM,- Pernyataan Wakil Bupati Kupang, Aurum Obe Titu Eki, S.Ars., M.Ars., terkait kondisi wilayah Amfoang mendapat bantahan langsung saat disampaikan di hadapan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.

‎Dalam forum tersebut, Wakil Bupati menjelaskan bahwa ketertinggalan Amfoang dipengaruhi oleh rusaknya infrastruktur jalan dan jembatan. Ia juga menyebut kondisi tersebut berdampak pada sektor pendidikan, termasuk minimnya minat aparatur sipil negara ASN untuk bertugas di wilayah tersebut, meskipun pemerintah telah menyediakan gaji dan tunjangan khusus bagi daerah tertinggal, terdepan, dan terluar 3T.

‎Namun, saat menyinggung soal tunjangan khusus bagi tenaga pendidik, pernyataan tersebut langsung dibantah oleh seorang kepala sekolah yang turut hadir. Dari arah belakang forum, kepala sekolah itu menegaskan bahwa para guru di wilayah Amfoang belum menerima tunjangan khusus sebagaimana yang disampaikan.

‎Bantahan tersebut langsung menarik perhatian peserta forum. Dalam rekaman video berdurasi sekitar dua menit yang beredar, suasana terlihat berubah ketika sanggahan itu disampaikan di hadapan Wakil Presiden.

‎Wakil Bupati tetap melanjutkan penjelasannya dengan menekankan bahwa persoalan utama di Amfoang terletak pada buruknya infrastruktur yang berdampak luas, termasuk pada sektor pendidikan.

‎Seorang mahasiswa yang hadir dalam kegiatan itu membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menilai, penyampaian Wakil Bupati terkesan menyederhanakan persoalan dengan menyoroti rendahnya minat ASN tanpa melihat kondisi riil di lapangan.

‎Saat itu Wakil Bupati sedang menjelaskan kondisi Amfoang kepada Wapres. Tapi ketika menyampaikan soal tunjangan khusus bagi guru, langsung dibantah oleh kepala sekolah yang hadir, ujarnya sambil meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

‎Ia juga mengungkapkan adanya penolakan dari sebagian masyarakat terhadap rencana Wakil Bupati untuk melakukan pengalungan selendang kepada Wakil Presiden. Prosesi tersebut kemudian dilakukan oleh empat camat yang hadir.

‎Waktu itu masyarakat menolak jika Wakil Bupati yang melakukan pengalungan, sehingga akhirnya dilakukan oleh para camat, tambahnya.

‎Menurutnya, respons tersebut merupakan bentuk kritik masyarakat terhadap Pemerintah Kabupaten Kupang yang dinilai belum sepenuhnya menjawab persoalan mendasar di wilayah Amfoang, khususnya terkait kesejahteraan tenaga pendidik dan infrastruktur dasar.

‎Sementara wakil bupati kupang, Aurum Titu Eki saat di konfirmasi pada 26 May 2026, tidak membantah soal pemenritaan ini, namun ia mengatakan sebaiknya cek secara baik di lapangan agar apa yang diberitakan tidak berbeda dengan fakta di lapangan.

“Kaka cek baik2 fakta lapangan kemarin kk.. takutnya nanti fakta di lapangan beda dgn yg kk sudah tulis di berita, ” tulisnya melalui pesan whatsApp.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *