Reses DPR RI, Victor Laiskodat Serap Aspirasi: Infrastruktur Jalan Jadi Keluhan Warga, Bukan Patung Kristus di Semau

SUARANTT.COM,-Penyerapan aspirasi masyarakat atau (Reses) Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Vicrltor Bungtilu Laiskodat, yang juga merupakan mantan gubernur NTT periode 2019-2024 didampingi ketua DPC Partai NasDem Sofia De Haan dan anggota DPRD Kabupaten kupang dari partai NasDem, beserta camat, lurah dan kepala desa hadir di gereja Maranhata Kelurahan Teunbaun ,Kecamatan Amarasi Barat, pada Senin 23 Februari 2026.

‎Sekitar 5 ratus peserta dari kelurahan maupun desa di kecamatan Amarasi Barat yang hadir. Dan belasan peserta diberi kesempatan untuk menyampaikan keluhan atau aspirasi.

‎Menariknya hampir 90% warga yang menyampaikan aspirasi menyoroti infrastruktur jalan di wilayah Kabupaten kupang yang memprihatinkan. Mulai dari jalan penghubung antar kecamatan maupun antar desa kelurahan.

‎Keluhan warga tersebut tak sanggup diberi jawaban pasti oleh anggota DPR RI sekaligus Ketua Fraksi NasDem yakni Victor Bungtilu Laiskodat. Sebab menurutnya saat ini dalam situasi efesiensi, anggaran difokuskan pada program prioritas nasional salah satunya makan berisi Gratis (MBG).

‎”Saat ini prioritas anggaran tidak ke infrastruktur jalan karena ada program prioritas dari pemerintah pusat seperti MBG, tapi kita akan tetap upayakan membangun komunikasi agar bisa ada perbaikan jalan,”ujar Victor Laiskodat yang juga merupakan putra asli Kabupaten kupang.

‎Dengan jawaban tersebut, dalam pantauan media ini, warga masyarakat tak bisa berbicara banyak sebab memang situasi bangsa saat ini ada kebijakan nasional untuk mengarahkan anggaran untuk program MBG sehingga terjadi pemangkasan anggaran untuk program prioritas lainnya seprti pendidikan dan infrastruktur jalan yang membutuhkan dana tranfer dari pusat.

‎Adapula warga yang bertanya soal prioritas anggaran di daerah kabupaten kupang, sebab menurut warga masyakarat, kebutuhan dasar seperti pendidikan, kesehatan dan infrastruktur jalan belum terpenuhi namun ada kebijakan anggaran untuk membangun proyek patung Yasus di pulau Semau yang memakan anggaran hingga miliaran.

‎Hal ini saat di konfirmasi kemabli kepada VBL, dirinya menyebut program yang baik harus di dukung. Sembari memberi pujian kepada bupati kupang Yosef Lede, bahwa bupati terkeren se-Indonesia dan punya keberanian.

‎Selain itu, VBL juga terus mendorong masyarakat agar bisa berinovasi dan meningkatkan pangan lokal agar bisa ada pembangunan ekonomi. Salah satu yang digaungkan adalah perlu ada budidaya kelor di setiap desa kelurahan. Soal pasar kata Victor ia menjamin akan ada investor Kelor yang bekerjasama untuk menerima hasil Kelor dari NTT. Bahkan ia menyebut jika warga masyarakat konsisten dan terus menanam Kelor bisa diproduksi sendiri dengan menghadirkan pabrik Kelor di NTT.

‎”Satu desa satu hektar Kelor, saya akan ajak investor bekerjasama supaya hasil Kelor bisa diproduksi, bila perlu kalau masyakarat konsisten tanam Kelor kita adakan pabrik Kelor di sini, “ujar Victor.

‎Selain berbicara soal pembangunan ekonomi, VBL juga konsisten berbicara soal pendidikan. Menurutnya pendidikan adalah jantung pembangunan sehingga anak-anak NTT harus lanjut pada tingkatan pendidikan yang profesional.

‎Lebih jauh VBL mengatakan harus fokus pada kejuruan SMK atau sekolah kealihan sehingga mereka selesai pendidikan mampu bekerja dan sukses dalam bidangnya.

‎ “Sarjana yang punya ilmu akan di dukung oleh kita harus sekolahkan anak itu di kejuruan, yang punya kealihan supaya selesai sekolah bisa lansung bekerja, untuk itu jangan sarjana yang lain harus sarjana teknik, kalau ada sarjana teknik saya biayai, pakai uang pribadi maupun uang negara, jadi bapak ibu tolong data anak-anak yang mau sekolah teknik supaya kita urus, “ujarnya.

Asni Timuneno,SH Mahasiswa Pasca Sarjana kerjasama STIKUM Usfunan bersama Universitas Mahendeadatta Bali
Asni Timuneno,SH Mahasiswa Pasca Sarjana kerjasama STIKUM Usfunan bersama Universitas Mahendradatta Bali

‎Salah satu warga Desa Tunbaun Amarasi Barat, Asni Timuneno,SH yang juga merupakan mahasiswa Pasca sarjana di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIKUM Usfunan) saat dimintai tanggapan terhadap kehadiran anggota DPR-RI dikabupaten kupang khususnya di wilayah amarasi, dirinya memberi apresiasi.

‎Ia mengatakan Victor Laiskodat merupakan tokoh politik NTT yang punya trak rekor bagus di kanca nasional. Apalagi perna menjadi orang nomor 1 di NTT. Sehingga kehadirannya di akar rumput bisa memberi sebuah harapan kepada masyarakat.

‎”Banyak aspirasi yang disampaikan masyarakat, pak Victor ni kita tidak perlu ragu karena punya jejaring nasional, walaupun belum memberi kepastian soal perbaikan infrastruktur jalan namun pasti akan ada upaya-upaya untuk memperhatikan masyarakat Kabupaten kupang khususnya Amarasi.

‎Mahasiswa pasca sarjana ini juga mengatakan, kehadiran VBL di akar rumput tak sekedar menyerap aspirasi namun memberi banyak edukasi dan motivasi bagi masyakat untuk membangun diri.

‎Hal ini menurutnya patut diapresiasi, sebab masyarakat bisa hidup secara mandiri tanpa berketergantungan pada pemerintah. Oleh sebab itu perbaikan pola pikir masyarakat juga harus menjadi fokus.

‎”Sebenarnya apa yang disampaikan pak VBL itu sangat penting soal perbaikan kualitas SDM, terutama pada pola pikir karena sumber daya alam SDA itu ada di tingkat masyarakat kecil atau akar rumput, hanya saja kualitas SDM untuk mengelola dan mengembangkan yang belum maksimal sehingga kita selalu bergantung pada orang luar, atau investor yang datang mengeruk Sumber daya alam kita,”bebernya.

Selain itu, Asni Timuneno,SH juga memberi catatan kritis terhadap program pemerintah daerah kabupaten kupang terhadap pembangunan proyek wisata rohani di pulau Semau yang didukung oleh VBL. Menurutnya harus dipertimbangkan secara baik, sebab kebutuhan masyarakat saat ini bukanlah membangun patung Yesus yang dimodifikasi sebagai pariwisata untuk meningkatkan PAD namun kebutuhan masyarakat saat ini adalah akses transportasi, akses pendidikan dan kesehatan yang juga menjadi keluhan warga.

“Yah harusnya pak VBL pertimbangkan sebelum menyatakan dukungan terhadap pembangunan patung Kristus di Pulau Semau, sebab beliau sudah dengar sendiri, apa yang menjadi keluhan warga, dari sekian banyak yang tadi menyampaikan aspirasi semuanya bicara soal akses transporatasi jalan, tidak ada yang minta atau aspirasikan pembangunan Patung Kristus di Semau, kuatirnya pembangunan patung nanti menimbulkan konflik sosial berkepanjangan karena tidak sesuai kebutuhan dasar masyarakat, “pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *