SUARANTT.COM,-Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI) Nusa Tenggara Timur turut menghadiri kegiatan Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD) IX GMNI Cabang Sumba Timur yang berlangsung pada Jumat, 30 Oktober 2026.
Kegiatan kaderisasi tersebut diikuti oleh calon kader GMNI dari Kabupaten Sumba Timur, Sumba Barat, dan Sumba Barat Daya. Pembukaan kegiatan berlangsung di Aula SMP Negeri 1 Waingapu.
KTD IX ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, terhitung sejak Jumat, 30 Oktober hingga Minggu, 1 November 2026. Setelah pembukaan, seluruh rangkaian kegiatan akan dilanjutkan di Aula Sekretariat GMNI Cabang Sumba Timur.
Sejumlah unsur organisasi, lembaga pemerintahan, dan pemangku kepentingan turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya, Pengurus Alumni (PA) GMNI Sumba Timur, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumba Timur, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumba Timur, serta Pemerintah Kabupaten Sumba Timur yang diwakili oleh Kepala Dinas Perikanan.
Hadir pula Kapolres Sumba Timur, Wakil Kepala SMP Negeri 1 Waingapu, serta organisasi Cipayung Plus, yakni Ketua GMKI Cabang Waingapu dan Ketua PMKRI Waingapu.
Sejumlah organisasi kepemudaan (OKP) lokal se-Sumba juga turut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Dedianto Daghu Kezo menegaskan bahwa Kaderisasi Tingkat Dasar tidak boleh dipandang sebatas kegiatan formalitas organisasi. Lebih dari itu, kaderisasi harus menjadi ruang pembentukan karakter, penguatan ideologi, serta pengembangan kemampuan berpikir kritis bagi generasi muda.
“Kaderisasi Tingkat Dasar bukan saja kegiatan formalitas, tetapi menjadi pisau analisis kita sebagai kaum muda untuk berjuang di tengah masyarakat,” ungkap Dedianto Daghu Kezo.
Melalui pelaksanaan KTD IX ini, diharapkan para calon kader tidak hanya memahami nilai-nilai dan ideologi perjuangan GMNI, tetapi juga mampu mengembangkan kepekaan sosial, keberanian bersikap, serta komitmen untuk terlibat aktif dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat.
Dengan demikian, kaderisasi diharapkan melahirkan kader-kader yang tidak hanya kuat secara ideologis dan intelektual, tetapi juga memiliki keberpihakan nyata terhadap kepentingan rakyat.
