SUARANTT.COM,-Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara manusia berkomunikasi dan memperoleh informasi. Media sosial, portal berita, dan berbagai platform digital kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Perubahan ini membuat kemampuan berkomunikasi menjadi semakin penting, terutama bagi generasi muda yang sedang mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.
Dalam konteks pendidikan tinggi di Nusa Tenggara Timur, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang, khususnya Program Studi Ilmu Komunikasi, menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mempelajari komunikasi dan perannya dalam kehidupan masyarakat.
Menurut saya, mempelajari ilmu komunikasi bukan hanya tentang bagaimana berbicara dengan baik di depan umum. Tetapi, mahasiswa juga perlu memahami cara menyampaikan informasi, menyusun pesan yang jelas, membaca situasi sosial, dan menggunakan media secara bertanggung jawab. Kemampuan tersebut dibutuhkan dalam berbagai bidang, mulai dari jurnalistik hingga komunikasi organisasi.
Selain itu, mahasiswa Ilmu Komunikasi perlu memiliki kemampuan berpikir kritis dalam menerima dan menyampaikan informasi. Di era digital, informasi dapat menyebar dengan sangat cepat melalui media sosial.
Namun, tidak semua informasi yang beredar benar dan dapat dipercaya. Oleh karena itu, mahasiswa perlu belajar memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya kepada masyarakat.
Kemampuan ini penting agar mahasiswa dapat menjadi generasi yang bijak dalam menggunakan media.
Pembelajaran Ilmu Komunikasi juga memiliki hubungan erat dengan kehidupan sehari-hari. Kemampuan berkomunikasi yang baik dapat membantu mahasiswa menyampaikan pendapat, bekerja sama dalam kelompok, serta memahami sudut pandang orang lain. Selain itu, mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan menulis, berbicara di depan umum, membuat konten, dan memahami cara kerja media. Berbagai keterampilan tersebut dapat menjadi bekal untuk menghadapi dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan.
Salah satu pengalaman yang saya peroleh selama mengikuti perkuliahan di Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UNWIRA Kupang adalah membuat tugas video public speaking dengan mengangkat profesi wartawan. Dalam tugas tersebut, saya belajar menerapkan tiga unsur retorika, yaitu ethos, pathos, dan logos. Ethos berkaitan dengan kredibilitas pembicara, pathos berkaitan dengan kemampuan menyentuh perasaan audiens, sedangkan logos berkaitan dengan penggunaan logika dan alasan yang masuk akal dalam menyampaikan pesan.
Melalui tugas tersebut, saya menyadari bahwa menjadi seorang komunikator bukan hanya tentang berbicara di depan kamera, tetapi juga tentang bagaimana membangun kepercayaan, memahami audiens, dan menyampaikan pesan secara jelas.
Pengalaman ini menjadi salah satu contoh bahwa pembelajaran Ilmu Komunikasi dapat membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja. Dengan adanya tugas praktik seperti ini, mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengenali kemampuan diri sekaligus belajar menghadapi tantangan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah bagaimana mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang dipelajari dalam kehidupan nyata. Pengetahuan yang diperoleh di ruang kuliah akan lebih bermanfaat apabila digunakan untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Misalnya, mahasiswa dapat membuat konten edukasi, menyampaikan informasi yang bermanfaat, atau membantu masyarakat memahami penggunaan media sosial secara bijak.
Adapun berbagai hambatan atau masalah yang terjadi, salah satunya tantangan pada era digital adalah banyaknya informasi yang beredar tanpa melalui pemeriksaan yang memadai. Karena itu, mahasiswa Ilmu Komunikasi perlu memiliki kemampuan berpikir kritis dan memahami pentingnya memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya. Kemampuan ini penting agar media tidak hanya menjadi sarana penyebaran pesan, tetapi juga sarana penyampaian informasi yang bertanggung jawab.
Namun, pengetahuan di ruang kelas perlu disertai dengan latihan dan pengalaman. Mahasiswa perlu membiasakan diri menulis, berdiskusi, melakukan wawancara, menyusun konten, serta mempelajari perkembangan media digital. Dengan demikian, ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Dengan demikian, FISIP UNWIRA Kupang, khususnya Program Studi Ilmu Komunikasi, memiliki peran penting dalam mendorong mahasiswa untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan diri.
Tantangannya bukan hanya menghasilkan lulusan yang memahami teori komunikasi, tetapi juga membentuk mahasiswa yang kritis, kreatif, bertanggung jawab, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
Pada akhirnya, menurut saya, Prodi Ilmu Komunikasi memiliki peran penting dalam mempersiapkan mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
Mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori komunikasi, tetapi juga perlu mengembangkan keterampilan dan etika dalam menggunakannya. Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan berkomunikasi secara kritis dan bertanggung jawab merupakan bekal penting bagi generasi muda.
