SUARANTT.COM,-Dewan Pembina Perhimpunan Mahasiswa Kabupaten Kupang (Permasku), Ary Buraen, mendorong mahasiswa Kabupaten Kupang untuk mengambil peran strategis dalam menentukan arah masa depan daerah.
Dorongan tersebut disampaikan Ary ketika dimintai pandangannya terkait pelaksanaan Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB) Permasku tahun 2026.
Menurut Ary, mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat Kabupaten Kupang, khususnya generasi muda, tidak boleh hanya menjadi penonton di daerah sendiri. Permasku, kata dia, harus mampu menghadirkan kontribusi melalui pikiran, gagasan, maupun tindakan nyata.
“Permasku harus menjadi pelopor perubahan. Sebagai orang muda dan anak kandung Kabupaten Kupang, Permasku harus mengambil peran strategis dalam menentukan masa depan Kabupaten Kupang, baik melalui kontribusi pikiran maupun tindakan nyata,” kata Ary.
Ia menilai mahasiswa memiliki posisi penting dalam membangun kesadaran kritis sekaligus memberikan kontribusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Karena itu, momentum MPAB Permasku diharapkan tidak sekadar menjadi ruang penerimaan anggota baru, tetapi juga menjadi wadah untuk menyatukan kekuatan, gagasan, dan semangat mahasiswa Kabupaten Kupang dalam satu gerakan.
“Jangan mau menjadi penonton di rumah sendiri. Ayo, bersama Permasku kita bangun persatuan yang kuat. Masa depan Kabupaten Kupang ada di tangan mahasiswa. Jika tidak dimulai dari sekarang, jangan marah kalau 10 atau 20 tahun kemudian kalian menjadi penonton, bahkan tamu di rumah sendiri,” tegasnya.
Ary juga mengajak mahasiswa untuk tidak menunggu perubahan datang. Menurutnya, generasi muda harus mulai mengambil langkah dan memberikan kontribusi sejak sekarang.
“Jangan menunggu untuk memulai, tetapi mulailah untuk menjemput masa depan bersama,” ujarnya.
Lebih jauh, Ary menekankan pentingnya semangat “Nekaf Mese, Ansaof Mese, Tafena Hitkuan” sebagai kekuatan moral dan gerakan bersama mahasiswa Kabupaten Kupang.
Ia menyebut semangat tersebut tidak boleh berhenti sebagai slogan, tetapi harus diwujudkan dalam keberanian menyatukan pikiran, gagasan, dan tindakan nyata.
“Nekaf Mese, Ansaof Mese, Tafena Hitkuan adalah sebuah manifesto menuju perubahan besar. Ini harus menjadi spirit dalam menyatukan keberanian, pikiran, dan tindakan nyata orang muda Kabupaten Kupang,” katanya.
Ary berharap Permasku dapat menjalankan peran moral dan intelektualnya dalam perjalanan pembangunan Kabupaten Kupang. Ia mendorong organisasi tersebut menjadi semacam kompas yang mampu memberikan arah ketika cita-cita pembangunan daerah berada di persimpangan.
“Permasku juga harus menjadi kompas untuk menuntun manakala cita-cita Kabupaten Kupang ada di persimpangan. Mahasiswa harus mampu menunjukkan arah melalui gagasan, kritik yang konstruktif, serta tindakan nyata,” pungkas Ary Buraen.

