Lewat Baksos, IMMALA Kupang Ajak Warga Maktihan Jaga Lingkungan dan Cegah Bencana

SUARANTT.COM,-Ikatan Mahasiswa Malaka (IMMALA) Kupang bersama perangkat Desa Maktihan, masyarakat serta pemuda dan pemudi menggelar kegiatan reboisasi di kawasan tanggul Desa Maktihan, Kabupaten Malaka.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Bakti Sosial (Baksos) IMMALA Kupang sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kelestarian lingkungan sekaligus upaya mencegah potensi banjir dan longsor yang kerap terjadi di wilayah tersebut.

Dalam kegiatan itu, IMMALA Kupang bersama masyarakat menanam sebanyak 100 anakan bambu di sepanjang tanggul Desa Maktihan.

Ketua Umum IMMALA Kupang mengatakan, kegiatan penghijauan tersebut merupakan bentuk kontribusi mahasiswa kepada masyarakat dan pembangunan daerah, khususnya dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Menjaga lingkungan agar bebas dari banjir tentu menjadi tanggung jawab kita bersama. Karena itu, saya sebagai Ketua Umum IMMALA merasa terpanggil untuk berkontribusi bagi masyarakat dan pembangunan daerah Kabupaten Malaka,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat mendorong kesadaran masyarakat untuk secara aktif menjaga dan menghijaukan lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka.

Menurutnya, penghijauan perlu terus dilakukan, terutama pada wilayah yang memiliki potensi terjadinya banjir dan longsor.

Sementara itu, Pj. Kepala Desa Maktihan, Robertus Belarminus Klau, menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan reboisasi yang dilakukan IMMALA Kupang bersama masyarakat.

Ia menilai kegiatan tersebut menjadi langkah positif dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan serta mencegah risiko bencana.

IMMALA Kupang berharap kegiatan penghijauan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat, pemuda, pemerintah desa dan berbagai pihak lainnya.

“Harapannya, masyarakat semakin tergerak untuk menjaga lingkungan dengan melakukan penghijauan di daerah sekitarnya, terutama wilayah yang berpotensi mengalami banjir dan longsor,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *