Tongkat Estafet Kepemimpinan di Mataru Resmi Beralih, Ini Pesan Bupati Alor

SUARANTT.COM,-Serah terima jabatan (sertijab) Camat Mataru dari Antonius A.G. Atakari, S.IP., kepada Matias Padamou, S.E., untuk masa jabatan 2026–2029 berlangsung di Aula Kantor Camat Mataru, Selasa (30/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Alor Iskandar Lakamau, S.H., M.Si., bersama rombongan. Kedatangan Bupati disambut masyarakat melalui tarian adat Cakalele khas Mataru sebelum memasuki aula kegiatan.

Prosesi sertijab diawali dengan upacara nasional, pembacaan surat keputusan, penandatanganan berita acara, serta rangkaian sambutan.

Dalam sambutan tertulis Bupati Alor yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Setda Kabupaten Alor, Yustus Barabas Dopong Abora, ditegaskan bahwa pergantian jabatan merupakan bagian dari dinamika pemerintahan sekaligus momentum untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan publik.

“Pergantian jabatan merupakan hal yang wajar dalam penyelenggaraan pemerintahan. Diharapkan lahir semangat baru untuk memperkuat kinerja organisasi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta mempercepat pembangunan daerah,” demikian kutipan sambutan Bupati.

Pemerintah Kabupaten Alor juga menyampaikan apresiasi kepada Antonius Atakari atas dedikasi dan pengabdiannya selama memimpin Kecamatan Mataru.

Kepada Camat yang baru, Matias Padamou, Bupati berharap agar segera membangun komunikasi dan sinergi dengan seluruh elemen, mulai dari pemerintah desa, lembaga adat, hingga tokoh masyarakat, guna memastikan roda pemerintahan berjalan efektif.

Sementara itu, mewakili masyarakat Mataru, tokoh masyarakat Mesak Manimalai menyampaikan sejumlah aspirasi, khususnya terkait persoalan infrastruktur yang dinilai belum mendapat perhatian serius.

Ia menyoroti kondisi Jalan Mainang–Eibiki, Jalan Kalunan–Padailaka, serta Jembatan Kalunan yang hingga kini belum memiliki kejelasan status. Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, terutama saat musim hujan.

“Ketika banjir, warga dari Mataru Selatan kesulitan ke puskesmas, dan siswa SMP maupun SMA tidak bisa ke sekolah,” ujarnya.

Selain itu, ia juga meminta perhatian pemerintah daerah terhadap kader asal Mataru yang saat ini berada di jabatan eselon III, agar ke depan mendapat kesempatan menduduki jabatan strategis di tingkat eselon II.

Dalam kesempatan yang sama, Antonius Atakari menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Mataru atas dukungan selama kurang lebih 12 tahun pengabdiannya.

“Saya mengabdi di Mataru selama 12 tahun. Jabatan boleh berpindah, tetapi hati dan komitmen saya tetap bersama masyarakat Mataru,” katanya.

Sementara itu, Camat Mataru yang baru, Matias Padamou, menyampaikan komitmennya untuk menjalankan tugas secara maksimal serta mendukung penuh kebijakan Pemerintah Kabupaten Alor.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen masyarakat dalam pembangunan daerah.

“Tidak ada matahari kembar di Alor, demikian juga di Mataru. Pemerintahan harus berjalan sesuai regulasi dan satu komando,” tegasnya.

Matias menambahkan, kepemimpinannya akan berangkat dari nilai-nilai adat sebagai fondasi pelayanan kepada masyarakat di tujuh desa di Kecamatan Mataru.

Kegiatan sertijab turut dihadiri unsur Forkopimcam, pimpinan perangkat daerah, kepala desa se-Kecamatan Mataru, anggota BPD, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, serta berbagai elemen masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *