SUARANTT.COM-Kasus dugaan Pelecehan seksual, yang terduga pelakunya adalah salah satu oknum anggota DPRD kabupaten Kupang dari partai Golkar berinisial YM belum menemui titik terang. Sebab belum ada sanksi tegas yang diberikan secara kode etik pejabat publik kepada terduga pelanggaran etik di lembaga DPRD kabupaten Kupang.
Hal ini kemudian disoroti publik hingga ada kelompok masyarakat dan mahasiswa yang menamakan dirinya Aliansi Keadilan Untuk Korban (AKUK) melakukan aksi demonstrasi di kantor DPRD kabupaten Kupang.
Persoalan ini semakin memanas ketika harapan Aliansi untuk bertemu dengan 35 anggota DPRD gagal total, sebab semua anggota DPRD dikabarkan berada di tiap kecamatan yang sedang melakukan kegiatan musrembang dan tak bisa bertemu masa Aksi.
Ula oknum politisi Golkar yang dinilai melanggar etika dan moral ini kemudian menyeret semua anggota DPRD di lembaga tersebut.
Menurut koordinator umun Aliansi, Ama Makin bahwa secara lembaga harus bertanggungjawab sebab oknum terduga pelaku sebagai wakil rakyat yang terhormat namun telah mencederai kehormatan lembaga yang dipercaya oleh masyarakat.
“Harusnya semua anggota DPRD kabupaten Kupang merasa tersinggung ketika kehormatannya dilecehkan atau citra DPRD di cemari, dan kita tahu ada badan kehormatan untuk menjaga kehormatan dewan tetapi yang terjadi mala badan kehormatan semakin memperburuk dan mencederai lembaga terhormat itu,”bebernya.
Lebih lanjut dikatakan Ama Makin bahwa jika terus diabaikan dan dianggap tidak penting persoalan ini, maka dalam waktu dekat Aliansi akan mengambil langka represif dengan mendatangi setiap kegiatan musrembang yang dihadiri oleh anggota DPRD untuk menyampaikan aspirasi sekaligus memberitahukan kepada publik bahwa percuma saja kehadiran anggota DPRD yang terhormat dalam forum bermartabat namun secara internal etika dan moral belum dibenahi.
”Upaya kita kedepanya untuk melanjutkan perjuangan ini yang pertama kita meminta untuk secepat mungkin dalam satu dua hari ke depan untuk kita bisa bertemu dengan mereka, kalaupun tidak diindahkan juga langka yang diambil teman-teman Aliansi bila perlu kita turun secara lansung ke lokasi musrembang untuk memberitahukan kepada publik bahwa percuma turun ke masyarakat mensosialisasikan setiap program-program atau rencana-rencana yang ada didalam lembaga DPRD tetapi dilain sisi etika dan moral itu tidak dibenahi terlebih dahulu, ini kan Konyol,”ungka Ama Makin selaku aktor gerakan Aliansi.







