Diterpah Angin Gedung DPRD: Sofia De Haan Minta Rubah Konsep Pembangunan, Tidak Boleh Kerucut

SUARANTT.COM,-Gedung Kerucut Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Kupang hancur berantakan akibat angin topan, pada Senin 02 Maret 2026.

‎Menanggapi situasi ini, Sofiah De Haan wakil ketua 1 turun lansung memantau gedung DPRD untuk memastikan kerusakan yang terjadi.

‎Usai melakukan pemantauan, Sofiah De Haan, dan mesak Mbura didampingi kepala sekretariat DPRD Novita Foenay dan beberapa pegawai setwan mengatakan bahwa kondisi alam memang tidak bisa diprediksi namun harus ada solusi pencegahan dengan menawarkan bahwa konsep pembangunan harus dirubah dari yang kerucut menajdi datar agar terhindar dari badai sebab sudah 2 kali dilakukan perbaikan dengan anggaran yang cukup besar.

‎”Memang kali ini ada pemikiran kita untuk tidak lagi kerucut, tapi kita buat atasnya lebih rata supaya tahan terhadap angin kencang, kita hanya prihatin terhadap gedung ini karena telah menghabiskan uang yang cukup besar untuk dua kali perbaikan, “ujar wakil ketua I DPRD Kabupaten Kupang.

‎Menurutnya harus ada konsep perbaikan yang bisa tahan lama sebab jika terus menerus diperbaiki juga memprihatinkan.

‎Sofiah De Haan juga mengatakan, sekwan telah memerintahkan pegawai untuk melihat seberapa besar kerugian untuk dilaporkan kepada sekretaris daerah (Sekda) dan bupati Kupang untuk ditindak lanjuti.

‎Sementara Mesak Mbura yang juga hadir lansung untuk memantau kerusakan gedung, senada dengan wakil ketua I DPRD sebagai pimpinan.

‎Mesak mengatakan bahwa perubahan kontruksi bagian atas dari kerucut menjadi datar atau rata seperti yang dikatakan pimpinan DPRD adalah pilihan untuk menghindari bencana dengan tidak menghilangkan ciri khas kabupaten kupang.

‎”Nanti di cek, kontruksi bawa dan atas, untuk merubah seperti yang dikatakan ibu wakil pimpinan namun tetap melihat ciri khas dan tidak menghilangkan makna,”ujar Mesak Mbura.

‎Peristiwa bencana alam yang mengagetkan ini, direspon juga oleh Novita Foenay selaku kepala sekretariat DPRD bahwa sudah melaporkan kepada pimpinan.

‎Terkait dengan aktivitas di sekretariat, dikatakan Novita Foenay bahwa ada upaya menyelamatkan inventaris yang terancam karena kerusakan seng. terutama di lantai 2 yang dimana ada ruang kerja 3 pimpinan DPRD.

‎”Kami sudah melaporkan ke pimpinan, dan untuk teman-teman kami minta untuk mengamankan inventaris dari hujan, karena sudah ada lubang sehingga air hujan lansung masuk ke dalam ruangan, “ujar Novita.

‎Terkait perpindahan inventaris ke gedung yang lain, atau berkantor di tempat lain Novita Foenay mengatakan telah melaporkan juga krpada pimpinan sehingga masih menunggu petunjuk dari pimpinan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *