Drs. Joni Justus Arnolus Ninu, M.Pd Resmi Buka MPAB IKMAS TTS, Serukan Mahasiswa Jadi Penggerak Kebangkitan Daerah

SUARANTT.COM,-Tokoh orang tua mahasiswa Timor Tengah Selatan (TTS), Drs. Joni Justus Arnolus Ninu, M.Pd, secara resmi membuka kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB) Ikatan Mahasiswa Timor Tengah Selatan (IKMAS TTS) yang digelar di Pantai Selamanda, Selasa (16/6).

Dalam sambutannya, Joni Ninu yang juga dikenal sebagai dosen di salah satu kampus ternama di Kota Kupang, menekankan bahwa mahasiswa TTS adalah generasi harapan yang memikul tanggung jawab besar terhadap masa depan daerah. Ia mengingatkan bahwa kondisi ketertinggalan yang masih melekat pada Kabupaten TTS harus menjadi pemicu semangat, bukan alasan untuk menyerah.

“Mahasiswa TTS harus hadir sebagai jawaban atas berbagai persoalan di daerah. Jangan hanya bangga menyandang status mahasiswa, tetapi harus punya komitmen untuk kembali dan membangun TTS,” tegasnya.

Ia juga mendorong generasi muda TTS untuk berani bermimpi besar dan keluar dari pola pikir terbatas yang kerap menjadi penghambat kemajuan. Menurutnya, perubahan hanya bisa terjadi jika mahasiswa memiliki visi yang kuat, keberanian mengambil peran, serta konsistensi dalam berjuang.

“Kalau hari ini TTS masih tertinggal, maka di tangan kalianlah harapan itu dititipkan. Jangan takut bermimpi besar, karena dari mimpi itulah lahir perubahan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum IKMAS TTS, Raynal Usfunan, dalam arahannya menyampaikan refleksi kritis kepada para anggota baru. Ia menilai bahwa mahasiswa TTS seharusnya memiliki kesadaran moral yang lebih tajam terhadap kondisi daerah asalnya.

“Sebagai mahasiswa TTS, kita harus jujur mengakui bahwa daerah kita masih menjadi contoh ketertinggalan. Dalam titik tertentu, kita seharusnya merasa malu — bukan untuk menjatuhkan diri, tetapi sebagai cambuk agar kita bangkit dan berbuat lebih,” ungkap Raynal.

Menurutnya, rasa malu tersebut harus diterjemahkan menjadi energi perubahan, bukan sekadar keluhan tanpa tindakan. Ia menegaskan bahwa mahasiswa tidak boleh terjebak dalam zona nyaman, tetapi harus menjadi motor penggerak yang menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

“Kalau kita sadar daerah kita tertinggal, maka kita juga harus sadar bahwa tanggung jawab untuk mengubah itu ada pada kita. Jangan tunggu orang lain, mahasiswa harus jadi pelopor,” tegasnya.

Kegiatan MPAB ini tidak hanya menjadi ajang penerimaan anggota baru, tetapi juga wadah pembentukan karakter, solidaritas, serta kesadaran kolektif mahasiswa TTS sebagai satu kekuatan intelektual. Puluhan mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini diharapkan mampu menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan komitmen membangun daerah.

Dengan semangat yang dibangun dalam kegiatan ini, IKMAS TTS diharapkan terus melahirkan kader-kader muda yang berani bermimpi, kritis terhadap realitas, dan siap menjadi garda terdepan dalam mendorong kemajuan Kabupaten Timor Tengah Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *