IKMAS-TTS: Kekerasan di SMK Kristen Oinlasi Ancaman Masa Depan Bangsa, Dinas Pendidikan NTT Didesak Bertindak Tegas

SUARANTT.COM,- Ikatan Mahasiswa Timor Tengah Selatan (IKMAS-TTS) menyampaikan sikap resmi terkait dugaan tindakan kekerasan yang terjadi di SMK Kristen Oinlasi, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Organisasi mahasiswa ini menilai peristiwa tersebut perlu mendapat perhatian serius dari otoritas pendidikan.

IKMAS-TTS menegaskan bahwa lembaga pendidikan harus menjadi ruang yang aman bagi masyarakat. Sekolah memiliki tanggung jawab untuk menanamkan nilai etika, membangun karakter, dan mendorong penyelesaian masalah secara bermartabat. Karena itu, setiap dugaan tindakan kekerasan di lingkungan pendidikan harus ditangani secara serius.

Sorotan terhadap kasus ini muncul setelah rekaman CCTV dari dalam kantor sekolah menunjukkan kronologi kejadian ketika korban bersama ibunya berada di ruangan tersebut. Dalam rekaman itu terlihat korban dan ibunya duduk di kursi yang disediakan oleh pihak sekolah.

Rekaman tersebut juga memperlihatkan seorang oknum guru berada di dalam ruangan yang sama. Beberapa saat kemudian oknum guru tersebut berjalan menuju korban sambil menunjuk ke arah wajah korban. Setelah korban berdiri dari kursinya, oknum guru tersebut terlihat melayangkan pukulan ke arah wajah korban.

Kepala Bidang Eksternal IKMAS-TTS, Epri Salukh, menyampaikan kecaman terhadap dugaan tindakan kekerasan tersebut. Ia menilai kekerasan tidak boleh terjadi di lingkungan pendidikan.

“Kami mengecam keras setiap bentuk kekerasan di lembaga pendidikan. Sekolah seharusnya menjadi tempat membangun karakter dan mencerdaskan generasi muda, bukan justru menjadi ruang terjadinya tindakan kekerasan. Kami mendesak Dinas Pendidikan Provinsi NTT untuk mengambil langkah tegas terhadap oknum guru yang diduga terlibat dalam peristiwa ini,” ujar Epri Salukh.

Ia juga menegaskan bahwa kekerasan bukan cara yang dapat dibenarkan dalam menyelesaikan persoalan apa pun.

Apapun persoalannya tidak boleh diselesaikan dengan kekerasan, terlebih lagi di lembaga pendidikan. Jika praktik seperti ini dibiarkan, maka hal tersebut dapat menjadi ancaman bagi masa depan generasi dan masa depan bangsa,” tambahnya.

IKMAS-TTS meminta Dinas Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk menindaklanjuti peristiwa tersebut secara serius. Organisasi mahasiswa ini juga berharap pemerintah daerah dapat memastikan lingkungan pendidikan tetap aman dan menjunjung tinggi nilai-nilai pendidikan.

Publik kini menunggu langkah resmi dari Dinas Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Timur terkait dugaan peristiwa yang terjadi di lingkungan SMK Kristen Oinlasi.