Anak SMA di NTT Idolakan Artis Bok*p Saat Lulus, PMKRI Sebut Dinas P&K Gagal Total

SUARANTT.COM, -Sejumlah anak SMA dan SMK di NTT saat dengar kelulusan pada tanggal 04 Mey 2026 menjadi sorotan publik.

‎Fenomena ini terjadi saat Anak-anak merayakan kelulusan dengan menggambar artis Bok*p sebagai bentuk ekpresi kesenangan menerima kelulusan.

‎Hal ini ditanggapi serius sejumlah pihak, dengan mencecar metode pembelajaran di tingkat SMA dan SMK. Termasuk sistem pembinaan karakter kepada siswa-siswi.

‎Perhimpunan mahasiswa Katolik Republik Indonesia PMKRI Cabang kupang, melalui presidium gerakan kemasyarakatan (GEMRMAS) Yido Manao di Marga Juang 63 Rabu (06/05/2026), menyebut fenomena ini menjadi aib dunia pendidikan yang harus disoroti agar karakter generasi anak bangsa bisa terselamatkan.

‎”Dinas pendidikan harus malu, ini tamparan karena kegagalan dalam membina karakter anak-anak padahal ada sejumlah anggaran yang digelontorkan untuk dunia pendidikan tetapi hasil atau ouput anak-anak yang dihasilkan tidak berkarakter, “beber Yido Manao aktor gerakan PMKRI Kupang.

‎Ia juga mengungkap, salah satu isu utama yang diangkat dalam mengenang hari pendidikan nasional adalah moral dan karakter siswa-siswi.

‎Memurutnya dinas pendidikan gagal total, sebab dalam momentum perayaan hardiknas, tidak ada makna yang tersampaikan ke publik namun hanya sekedar euforia semata.

‎Apalagi kata Yido, ketika semua instansi pendidikan di NTT merayakan haridkanas tanpa menyanyikan lagu-lagu kebangsaan namun semuaya menyanyikan lagu Veronika yang tak memberi makna.

‎”Ini memalukan, harusnya lagu garuda pancasilah dan lagu-lagu kebangsaan yang digaungkan sebagai bentuk pendidikan mental anak bangsa untuk berjiwa nasionalis, bukan ganti lagu kebangsaan dengan lagu Veronika yang tidak ada makna, “ujarnya lagi.

‎Yido Menegaskan, bahwa akumulasi dari semua fenomena tersebut menunjukan kegagalan dari sistem pendidikan yang tidak lagi terkontrol secara baik. Sehingga perlu di evaluasi total, dan gubernur NTT Melkiades Laka Lena harus bersikap tegas.

‎”Pak Gub NTT harus Tegas, jangan biarkan hal ini seperti tidak ada masalah padahal ini membahayakan masa depan Indonesia, khususnya NTT, “ujar Manao.

‎Hingga berita ini diterbitkan pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur melalui dinas pendidikan dan kebudayaan provinsi NTT Ambrosius Kodo belum merespon konfirmasi dari tim media.