SUARANTT.COM,-Tour wisata rohani para pendeta dan tokoh agama kristen protestan ke negara Turki melahirkan duka.
Perjalanan ke luar negeri ini dikabarkan merupakan Visi-misi bupati kupang Yosef Lede yakni penguatan lembaga keagamaan yang diprogramkan dalam bentuk perjalanan tour wisata rohani ke luar negeri (Turki) dan di anggarkan melalui kesejahteraan rakyat (KESRA) sekretariat daerah kabupaten kupang dengan anggaran 1,8 miliar untuk 25 tokoh agama kristen protestan berangkat ke Turki dan 15 tokoh agama katolik berangkat ke Vatikan Roma (Italia).
Saat melepaskan peserta tour wisata para tokoh agama ke negara Turki beberapa hari yang lalu, bupati Yosef menjelaskan bahwa, Tour Wisata Rohani merupakan visi-misi bupati kupang dan wakil bupati kupang yang sudah diprogramkan dalam dokumen RPJMD dan disetujui DPRD
“Sudah menjadi program pasti karena sudah tertuang dalam RPJMD, karena itu visi misi kami berdua yang tergambar dalam RPJMD,” ujar Yosef Lede bupati kupang dihadapan para peziarah.
Terkait program ini sempat menuai polemik sebab berbagai pihak menilai program tersebut tidak mengarah pada pelayanan dasar masyarakat namun di prioritaskan.
Informasi yang diperoleh media ini dari sumber terpercaya menceritakan kronologis meninggalnya salah satu pendeta muda berusia 42 Tahun yang ikut dalam Tour Wisata rohani.
Ia menjelaskan bahwa pendeta tersebut diketahui kondisi kesehatan kurang baik saat masih di Indonesia, namun karena semangat sukacita dan kegembiraan dirinya sendiri yang meminta untuk diikut sertakan dalam tour wisata rohani sehingga didaftarkan namanya untuk berangkat ke Turki.
“Almarhum punya kondisi memang kurang sehat waktu itu, tapi karena dia sukacita dan gembira dia sendiri yang minta untuk ikut jadi kita daftarkan dia punya nama. sampai sana dia baik-baik saja hanya beliau jatuh akhirnya kondisi kesehatan terganggu,” Jelas Nara sumber lewat via telepon pada Kamis (27/11/2025) .
Lebih lanjut ia menjelaskan, setibanya di Turki kondisi kesehatan pendeta tersebut baik-baik saja saat aktifitas Tour wisata rohani atau berziarah diberbagai tempat religi yang berada di negara Turki. Namun musibah itu datang saat H-3 sebelum pulang kembali ke Indonesia.
Dijelaskan bahwa Alm. Pendeta tersebut saat memakai celana memasukan kaki secara bersamaan sehingga kehilangan keseimbangan dan akhirnya jatuh ke lantai. Peristiwa itu membuat kondisi kesehatan memburuk namun masih bisa beraktivitas.
Saat pulang ke Indonesia, sampai di bandara El Tari kupang kondisi kembali memburuk akhirnya lansung di larikan ke rumah sakit kartini untuk penanganan medis, namun karena kondisi makin kritis maka dirujuk ke rumah sakit siloam kupang dan pada akhirnya menghembuskan napas terakhir di rumah sakit dan dimakamkan pada Rabu 26 November 2025.
