SUARANTT.COM,-Simpang siur alias ketidakjelasan informasi terkait perjalanan para tokoh rohaniawan ke luar negeri yang difasilitasi oleh pemerintah daerah menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Sebelumnya beredar informasi bupati kupang menyampaikan kepada publik bahwa Tour wisata rohani adalah visi-misi yang tergambar dalam dokumen Rencana pembangunan jangka menengah Daerah RPJMD. Sehingga bupati Yosef menantang orang-orang yang mengkritik programnya tersebut untuk berhadapan lansung. Sebab menurut bupati kupang anggaran tersebut telah disetujui oleh dewan perwakilan rakyat Daerah (DPRD) kabupaten kupang.
Informasi itu menjadi simpang siur setelah kepala bagian kesejahteraan rakyat (KESRA) Frits Kuhurima membeberkan informasi bahwa kegiatan Tour Rohaniawan ke luar negeri merupakan permintaan Forum komunikasi Umat beragama (FKUB ) Kabupaten kupang. Dan ada pengajuan proposal FKUB kepada pemerintah sehingga dijawab oleh pemerintah, namun keberadaan proposal belum bisa di pastikan sebab tidak ada arsip di bagian KESRA.
“Ini visi-misi bupati tentang penguatan lembaga keagamaan, jadi anggarannya itu berdasarkan proposal dari FKUB untuk laksanakan kegiatan tersebut, jadi teknis pelaksanaannya itu ada di FKUB,” bebernya Kamis (27/11/2025).
Saat ditanyakan soal kapan FKUB memasukan proposal, tak dijawab oleh Frits kemudian awak media menanyakan arsip proposal dijawab bahwa tidak ada di KESRA namun ada di bagian keuangan.
Sementara ketua FKUB, pendeta Doddy Ocktavianus tidak mengakui bahwa dirinya dan tokoh Agama lain meminta Ziarah ke tempat religi di luar negeri. Sehingga dirinya meminta agar menjaga wibawa gereja dan pemimpin agama.
“Papa dong kalo bisa na tolong jaga wibawa gereja dan pemimpin agama. Ini gereja dan pendeta dong pung salah dimana??? Dong sonde minta pi “pasiar” juga…dong tau diri dong hamba,” ungkap ketua FKUB yang juga ketua klasis kupang barat.
Ungkapan ini disampaikan dalam sebuah grup WhatsApp saat perdebatan soal Wisata rohani ke tempat religi di luar negeri.
Saat dikonfirmasi melalui pesan whatsApp soal proses pengajuan anggaran dan keberangkatan ketua FKUB tidak ingin menjelaskan namun menyuruh untuk bertanya pada bupati kupang.
“Ziarah rohani tanya pak bupati, beliau pung visi misi penguatan kelembagaan agama,” tulisnya.
Untuk diketahui informasi yang diperoleh tim media, visi-misi bupati kupang Yosef Lede tentang penguatan lembaga keagamaan yang tergambar dalam RPJMD dan disetujui DPRD hanyalah pembuatan patung kristus di pulau Semau, namun bupati kupang ungkap ke publik bahwa Tour wisata rohani sudah tergambar di RPJMD.
