Mafena..! 1 Tahun Era Kepemimpinan Bupati Yosef Hanya Bicara Besar di Media, Tapi Kenyataan Mengalami Kemunduran

SUARANTT.COM,-Mafena, kata ini merupakan dialeg dari suku Timor, yang berarti “berat” dinobatkan kepada bupati kupang Yosef Lede dan wakil bupati Aurum Titu Eki, sebab di era kepemimpinan daerah ini mengalami banyak persoalan yang sangat berat. Bahkan ada beberapa kesalahan administrasi yang seharusnya tidak perlu terjadi.

‎Hal ini diungkap Asten Bait salah satu pemuda Fatuleu yang juga merupakan aktivis Mahasiswa saat menanggapi satu tahun kepemimpinan Bupati Kupang yang dirasa penuh kontroversi.

‎”Mafena, Bagi saya sudah satu tahun pemerintahan kabupaten Kupang dibawah kepemimpinan Bupati dan wakil Bupati Kupang tidak ada wujud pembangunan secara real  yang bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat kecil, omong besar di semua tempat melalui berbagai media tapi kabupaten kupang makin kesini makin memprihatinkan.

‎Di media bupati selalu di tampilkan secara sempurna tapi kenyataan masyarakat bisa lihat sendiri, ada kemunduran bahkan hal teknis administrasi yang berkaitan dengan hajat hidup banyak orang juga tidak dianggap serius oleh bupati kupang dan sampai bermasalah.

“‎Yang kita dapatkan selama setahun kepemimpinan Bupati dan wakil Bupati Kupang ialah retorika politik yang dibangun oleh pemerintah daerah kabupaten Kupang demi popularitas semata bahwa terkesan adanya perhatian pemerintah terhadap masyarakat kecil” ujar Asten

Lanjut Asten bahwa ‎menurut pengamatan sebagai aktivis, bicara soal kepemimpinan Bupati dan wakil Bupati Kupang selama setahun memimpin kabupaten Kupang, yang dijumpai hanyalah masalah, seperti persoalan pelantikan Dirut PDAM, persoalan hak tanah masyarakat, Persoalan badai Seroja, Persoalan Pulau kera, persoalan hibah kepada para pendeta, anggaran pawai paskah yang tidak transparan, Polemik pelantikan pejabat fungsional dan struktural.

‎Ditengah berbagai Persoalan yang terjadi di kabupaten Kupang kata Asten, pemerintah daerah lebih sibuk untuk menghabiskan anggaran untuk hal yang bagi kami sangat tidak bermanfaat bagi masyarakat kecil di kabupaten Kupang

‎”Hari ini Pemerintah justru lebih sibuk untuk menghabiskan anggaran untuk kegiatan yang tidak semestinya dilakukan, seperti pembagian mobil kepada Para Klasis di wilayah kabupaten Kupang, Tour wisata yang memberangkatkan para pendeta ke luar negeri, perayaan hari kemerdekaan di kantor bupati Kupang yang justru menghabis anggaran daerah meskipun tidak berdampak bagi masyarakat di pedalaman kabupaten Kupang, serta rencana pembangunan patung Tuhan Yesus di pulau Semau,”bebernya.

‎Anehnya, tutur pemuda Fatukeu ini, pemerintah daerah dengan bangganya beretorika soal pemberian Alsintan kepada para petani dan juga bantuan lainnya yang diberikan kepada masyarakat merupakan hasil capaian pemerintah daerah, bagi saya itu program pemerintah pusat dan tugas pemerintah daerah hanya menyalurkan sehingga tak perlu dibanggakan

‎”‎Saya menduga Bupati Kupang sudah mati rasa dengan keadaan masyarakatnya yang hari ini menderita terkait persoalan infrastruktur seperti jalan dan jembatan yang hari ini menjadi hambatan masyarakat kecil, hanya kasih senang masyarakat bilang ada antar proposal ke semua kementrian, tapi hasilnya belum jelas sudah dibanggakan di berbagai media, nanti kita akan kawal apa saja hasil dari proposal yang diantar ke pusat jangan sampe hanya pamer,”cecarnya.

‎Dikatakan Asten harusnya pemerintah daerah peka terhadap kebutuhan masyarakat kecil yang hari ini menangis terkait persoalan infrastruktur tersebut, bahwa masyarakat rela untuk melakukan swadaya demi perbaikan jalan seperti yang dilakukan masyarakat Amarasi dan juga Amfoang beberapa waktu lalu

“‎Mestinya pemerintah daerah lebih memprioritaskan hal-hal dasar yang menjadi prioritas utama masyarakat kabupaten Kupang, seperti pembangunan jembatan dan juga jalan, serta perbaikan fasilitas pendidikan seperti sekolah-sekolah yang sudah tak layak ditempati,”ungkapnya

Sebagai putra kabupaten kupang dirinya menegaskan bupati Kupang untuk hentikan kegiatan-kegiatan yang bersifat seremonial dan rencana pembangunan patung di Semau, ada baiknya ditinjau kembali agar jangan sampai masyarakat menganggap pemerintah hari ini tidak berpihak pada kepentingan masyarakat kecil.

Ia juga memberi beberapa catatan serius kepada pemerintah yakni, meminta bupati Kupang untuk segera menuntaskan perosoalan polemik pelantikan pejabat fungsional dan struktural dalam ruang lingkup pemerintahan kabupaten kupang agar tidak merusak citra daerah.

‎‎Yang kedua adalah meminta bupati Kupang segera mengeluarkan rekomendasi status jalan poros tengah yang menghubungkan puluhan desa dari Fatuleu hingga Amfoang sehingga membantu masyarakat kecil yang terisolir.

‎Kemudian yang ketiga Asten Meminta pemerintah daerah kabupaten Kupang untuk segera melakukan koordinasi bersama DPRD kabupaten Kupang untuk menyelesaikan persoalan gaji PPPK di kabupaten Kupang yang hingga hari ini belum ada kepastian anggaran

‎Yang terakhir saya minta pemerintah daerah kabupaten Kupang untuk segera melakukan koordinasi bersama pemerintah provinsi hingga pusat untuk menjawab tangisan masyarakat Amfoang hari ini.

‎Kemudian yang berikut Asten Bait juga menegaskan kepada DPRD kabupaten Kupang untuk peka terhadap kebutuhan masyarakat dengan menjalankan tugas dan wewenang dalam hal penganggaran dan juga pengawasan sehingga kebijakan anggaran bisa tepat pada sasaran.