SUARANTT.COM,- Puluhan siswa dan guru di SMAN 1 Amanuban Selatan mengalami gejala serius setelah mengonsumsi makanan. Kasus ini memicu dugaan kuat keracunan massal yang berkaitan dengan program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
IKMAS-TTS menilai kejadian ini bukan sekadar insiden biasa. Pola kasus yang berulang menunjukkan adanya potensi kelemahan dalam sistem pengawasan pangan di daerah.
Dugaan Keracunan MBG Masih Butuh Pembuktian
Hingga saat ini, pemerintah belum merilis hasil uji laboratorium. Karena itu, belum ada kausalitas (hubungan sebab-akibat) yang pasti antara MBG dan gejala yang dialami korban.
Namun, gejala yang muncul secara kolektif memperkuat dugaan adanya paparan dari sumber yang sama. Situasi ini menuntut respons cepat, bukan sekadar menunggu hasil investigasi.
Pemerintah Tidak Bisa Hanya Menunggu
IKMAS-TTS menegaskan bahwa pemerintah harus bertindak berdasarkan precautionary principle (prinsip kehati-hatian). Risiko terhadap kesehatan siswa tidak boleh diabaikan.
Menunda evaluasi hanya akan memperbesar potensi kejadian serupa. Apalagi, kasus dengan pola yang mirip sudah pernah terjadi di wilayah TTS.
Desakan IKMAS-TTS
IKMAS-TTS mendesak Bupati TTS untuk segera mengambil langkah konkret:
- Melakukan audit menyeluruh terhadap dapur dan distribusi MBG
- Membuka hasil uji laboratorium secara transparan
- Mengevaluasi pengawasan lintas sektor secara sistemik
- Menghentikan sementara dapur yang terindikasi bermasalah
- Menindak pihak yang lalai sesuai hukum.
Pernyataan Ketua Umum IKMAS-TTS
Ketua Umum IKMAS-TTS menegaskan bahwa kasus ini menyangkut tanggung jawab negara terhadap keselamatan publik:
“Kami tidak ingin publik diseret pada kesimpulan prematur. Tapi kami juga tidak bisa menerima jika pemerintah hanya diam. Kejadian berulang ini mengarah pada pattern of negligence (pola kelalaian) yang serius. Bupati harus segera audit total sistem MBG, bukan sekadar menunggu hasil lab.”
Ia juga menekankan bahwa transparansi adalah kunci untuk menjaga kepercayaan publik.
Komitmen Pengawalan
IKMAS-TTS akan terus mengawal kasus ini hingga fakta terungkap secara terang. Organisasi ini menuntut akuntabilitas penuh agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
