SUARANTT.COM,-Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang menyoroti masih lambannya pembangunan di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dinilai belum menunjukkan kemajuan signifikan. Berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat disebut masih terus menjadi perhatian publik.
Presidium Gerakan Kemasyarakatan (GERMAS) PMKRI Kupang, Yido Manao, menilai rencana kunjungan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, ke NTT harus menjadi momentum penting untuk menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat, bukan sekadar agenda seremonial.
“Jangan sampai kunjungan Wakil Presiden hanya sebatas datang, melihat, lalu pulang tanpa meninggalkan progres yang jelas. Sudah berkali-kali pejabat pusat datang ke NTT, baik wakil presiden maupun menteri, tetapi masih banyak persoalan mendasar yang belum diselesaikan dan bahkan terkesan diabaikan,” tegas Yido.
PMKRI Kupang menilai kondisi infrastruktur di wilayah Amfoang menjadi salah satu contoh nyata lemahnya perhatian pemerintah terhadap daerah terpencil. Selain persoalan bahan bakar minyak (BBM) yang kerap dikeluhkan masyarakat, kerusakan infrastruktur jalan dinilai semakin memperburuk akses pelayanan publik serta distribusi kebutuhan dasar.
Menurut PMKRI Kupang, pemerintah tidak boleh menormalisasi keterisolasian wilayah seperti Amfoang seolah-olah bukan bagian penting dari republik ini.
“Kami mendesak Wakil Presiden untuk turun langsung melihat kondisi infrastruktur di Amfoang. Jangan menganggap Amfoang seperti wilayah kosong yang tidak dihuni rakyat. Di sana ada masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan dan menunggu kehadiran negara secara nyata,” tutup Yido.
