Perasaan Haru Saat Perintis PMKRI Cabang Alor, Bertemu Ketua PP PMKRI Pusat

SUARANTT.COM,-Terungkap perasaan Haru, sosok perempuan tanggu, Martina Kafomai, saat berjumpa pertama kali dengan pengurus pusat PMKRI St. Thomas Aquinas periode 2024-2026 Susana Florika Marianti Kandaimu.

Kisah Haru ini disampaikan, oleh Martina Kafomai sebagai perintis atau ketua panitia pertama penerimaan anggota baru (MPAB) di PMKRI Cabang Alor, kepada media ini, (19/7 202) bahwa perasaan haru membayangi dirinya ketika melihat perjalananan PMKRI cabang Alor sampai bisa kedatangan pengurus pusat.

Ia mengatakan PMKRI Cabang Alor, lahir dalam tangisan dan air mata yang tak bisa digambarkan dengan kata, sebab pertama kali ia bersama dua rekannya Maria Dael dan Frengki Delpada berangkat dari Alor menuju kota kupang belum mengetahui apa itu PMKRI, dan untuk apa Ber PMKRI.

Diceritakan Martina Kafomai, bahwa saat itu PMKRI Cabang Alor baru dijajaki alias Kota Jajakan PMKRI Kupang. Saat itu PMKRI kupang di pimpin oleh Bedi Roma pada periode tahun 2012-2013. Dan pada saat itulah, Martina bersama dua rekannya mengikuti MPAB di PMKRI Cabang kupang sebagai bentuk persiapan menuju kelahiran cabang baru yang kini dikenal sebagai PMKRI cabang Alor.

Martina Kafomai sembari menceritakan pertama kali dirinya bersama dua rekannya mengenal PMKRI di tanah buraen kabupaten kupang. Banyak senior yang mengatakan lemba buraen adalah tanah terjanji dan tanah sakral disitulah banyak pemimpin dilahirkan melalui rahim PMKRI. Pernyataan para senior ini menjadi motivasi yang menguatkan dirinya saat melewati setiap proses kaderisasi selama satu minggu di tanah buraen.

Dikisahkan Martina Kafomai, peristiwa 13 Tahun yang lalu di lembah buraen, tak mudah dilupakan, sebab keringat air mata bahkan darah menetes di tanah buraen untuk menciptakan sebuah wadah PMKRI Cabang Alor yang adalah ruang belajar atau laboratorium pemimpin bagi daerah kabupaten Alor.

Usai mengikuti masa penerimaan anggota baru di PMKRI cabang kupang Martina dan kedua rekannya melanjutkan pada proses masa bimbingan atau MABIM di PMKRI kupang sebagai tindak lanjut proses pembinaan kader dan akhirnya dilantik sebagai anggota biasa PMKRI cabang Kupang tahun 2013 .

Dengan status sebagai anggota biasa PMKRI cabang kupang martina dan kedua rekannya, kembali ke kabupaten Alor untuk melanjutkan misi dibidang pendidikan dan organisasi.

Martina Kafomai, menceritakan dengan bergeming air mata, bahkan sesekali ia menjatuhkan air mata mengingat setiap kisah perjuangannya. Masih di tahun 2013 ketika itu PMKRI cabang kupang sudah berganti kepemimpinan dari Bedi Roma ke Fera.

Dibawa kepemimpinan perempuan tanggu yang akrab di sapa Fera. membangun komunikasi dengan Martina untuk kota jajakan Alor melakukan penerimaan anggota baru untuk pertama kalinya.

Martina ditunjuk sebagai ketua Panitia penerimaan anggota baru, dalam situasi yang penuh dengan keterbatasan, Martina bersama kedua rekannya berusaha untuk membangun komunikasi dan merencanakan kegiatan.

Upaya Martina dan kedua rekannya tidak muda, bahkan ia sangat ragu dan hampir patah semangat sebab belum ada relasi atau jaringan senior yang terbangun secara baik di kabupaten alor, sehingga proposal kegiatan yang dibawa juga tidak maksimal.

Namun setelah berkomunikasi dengan ketua PMKRI cabang kupang akhirnya kegiatan MPAB perdana di selenggarakan dengan total anggota baru 13 orang yang dilantik oleh ketua PMKRI Cabang kupang dengan nama angkatan Perubahan .

“Awalnya 9 orang saja tapi saya berupaya untuk sampai 13 orang, lalu saya kasitau Ketua Cabang Kupang bilang 19 orang biar ibu ketua mau datang ke Alor untuk MPAB, Karena sudah ancam kalau anggota dibawa dari 10 maka batal MPAB ” Tutur Martina.

Untuk melancarkan mimpinya Martina merekomendasikan lokasi kegiatan MPAB Perdana di kampung halamannya, yakni desa Tomi Nuku kecamatan Alor tengah utara kabupaten Alor.

Dengan dukungan beberapa senior cabang kupang yang sudah ada di Alor, akhirnya menyatukan kekuatan dan kegiatan MPAB perdana berjalan dengan baik. Sejak saat PMKRI mulai 13 orang yang dilahirkan dari kota jajakan terus membina diri dan berproses melewati setiap jenjang kaderisasi, proses panjang itu akhirnya membuahkan hasil di tahun 2018, terjadi sejarah baru, Kota Jajakan PMKRI Kupang menjadi defenitif Cabang Alor di Kongres Palembang.

Martina berharap PMKRI Cabang Alor, tetap menjaga eksistensi, dan merawat semangat 3 benang merah, sebab menurutnya 3 Benang merah PMKRI adalah kekuatan sejati yang akan menjawab semua mimpi dan harapan kader dalam perhimpunan.