‎Mahasiswa Desak Pemkab Kupang Jangan Tutup Mata atas Derita Warga Amfoang Akibat Kelangkaan BBM

SUARANTT.COM,-Ketua Perhimpunan Mahasiswa Kabupaten Kupang, Asten Bait, melontarkan kritik keras terhadap Pemerintah Kabupaten Kupang yang dinilai belum menunjukkan keseriusan dalam menangani kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Amfoang.

‎Kelangkaan BBM yang melanda empat kecamatan pesisir-Amfoang Barat Daya, Amfoang Barat Laut, Amfoang Utara, dan Amfoang Timur-kini semakin memprihatinkan dan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

‎Di tengah kondisi ini, warga Amfoang harus berjuang ekstra hanya untuk mendapatkan BBM. Tidak sedikit masyarakat yang terpaksa menempuh jarak jauh dengan biaya tinggi, bahkan ada yang harus menghentikan aktivitas sehari-hari karena keterbatasan bahan bakar.

‎Asten Bait menegaskan bahwa situasi ini bukan sekadar persoalan distribusi, melainkan sudah menjadi bentuk penderitaan nyata masyarakat yang seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

‎“Pemerintah jangan tutup mata dan telinga. Masyarakat Amfoang sedang kesulitan. Petani tidak bisa bekerja maksimal, nelayan kesulitan melaut, dan transportasi menjadi lumpuh. Ini bukan hal kecil,” tegas Asten.

‎Ia menilai, hingga saat ini belum terlihat langkah konkret dan terukur dari Pemerintah Kabupaten Kupang dalam menghadirkan solusi atas persoalan tersebut.

‎Sebagai representasi suara mahasiswa, Asten mendesak pemerintah untuk segera mengambil tindakan nyata, mulai dari memastikan distribusi BBM berjalan lancar, memperkuat pengawasan, hingga menjamin ketersediaan BBM secara merata dan berkelanjutan.

‎Menurutnya, jika kondisi ini terus dibiarkan, maka dampaknya tidak hanya pada ekonomi masyarakat, tetapi juga akan memperdalam ketimpangan dan penderitaan warga di wilayah pesisir yang selama ini sudah menghadapi berbagai keterbatasan.

‎“Jangan biarkan rakyat terus menderita. Pemerintah harus hadir dengan solusi, bukan diam. Ini soal keberpihakan kepada rakyat,” Mahasiswa Desak Pemkab Kupang Jangan Tutup Mata atas Derita Warga Amfoang Akibat Kelangkaan BBM

‎Ketua Perhimpunan Mahasiswa Kabupaten Kupang, Asten Bait, melontarkan kritik keras terhadap Pemerintah Kabupaten Kupang yang dinilai belum menunjukkan keseriusan dalam menangani kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Amfoang.

‎Kelangkaan BBM yang melanda empat kecamatan pesisir Amfoang Barat Daya, Amfoang Barat Laut, Amfoang Utara, dan Amfoang Timur kini semakin memprihatinkan dan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

‎Di tengah kondisi ini, warga Amfoang harus berjuang ekstra hanya untuk mendapatkan BBM. Tidak sedikit masyarakat yang terpaksa menempuh jarak jauh dengan biaya tinggi, bahkan ada yang harus menghentikan aktivitas sehari-hari karena keterbatasan bahan bakar.

‎Asten Bait menegaskan bahwa situasi ini bukan sekadar persoalan distribusi, melainkan sudah menjadi bentuk penderitaan nyata masyarakat yang seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

‎“Pemerintah jangan tutup mata dan telinga. Masyarakat Amfoang sedang kesulitan. Petani tidak bisa bekerja maksimal, nelayan kesulitan melaut, dan transportasi menjadi lumpuh. Ini bukan hal kecil,” tegas Asten.

‎Ia menilai, hingga saat ini belum terlihat langkah konkret dan terukur dari Pemerintah Kabupaten Kupang dalam menghadirkan solusi atas persoalan tersebut.

‎Sebagai representasi suara mahasiswa, Asten mendesak pemerintah untuk segera mengambil tindakan nyata, mulai dari memastikan distribusi BBM berjalan lancar, memperkuat pengawasan, hingga menjamin ketersediaan BBM secara merata dan berkelanjutan.

‎Menurutnya, jika kondisi ini terus dibiarkan, maka dampaknya tidak hanya pada ekonomi masyarakat, tetapi juga akan memperdalam ketimpangan dan penderitaan warga di wilayah pesisir yang selama ini sudah menghadapi berbagai keterbatasan.

‎“Jangan biarkan rakyat terus menderita. Pemerintah harus hadir dengan solusi, bukan diam. Ini soal keberpihakan kepada rakyat,” pungkas Asten.