SUARANTT.COM,–
Ikatan Mahasiswa Timor Tengah Selatan (IKMAS-TTS) menolak penerapan e-parking di RSUD SoE. Ketua Umum IKMAS-TTS, Raynal Usfunan, menyampaikan penolakan itu kepada media pada Selasa, 09/12/2025.
Raynal menilai kebijakan tersebut keliru karena bertolak belakang dengan kebutuhan utama masyarakat. Ia menyoroti lahan parkir yang sempit dan pola bagi hasil dengan pihak ketiga yang tidak jelas. “Kalau PAD, RSUD, dan PT pengelola masing-masing ambil bagian, sebenarnya Pemda dapat berapa? Dan rakyat harus bayar berapa?” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa satu pasien bisa dijenguk 10 hingga 20 motor. Kondisi itu membuat biaya parkir berubah menjadi beban kumulatif bagi keluarga pasien. “Mereka datang dalam keadaan darurat. Rumah sakit harus memberi pertolongan, bukan pungutan tambahan,” tegasnya.
Raynal kemudian menawarkan opsi lain untuk meningkatkan PAD tanpa membebani warga yang sedang mencari layanan kesehatan. “Kelola parkir pasar, wisata, dan pinggir jalan umum. Potensinya jauh lebih besar dan tidak menyasar orang sakit. Kalau Pemda kehabisan ide, tanya mahasiswa, kami siap memberi alternatif,” katanya.
Ia menutup pernyataannya dengan mendesak Pemda TTS dan manajemen RSUD SoE agar membatalkan e-parking dan memprioritaskan peningkatan mutu layanan. Raynal menegaskan bahwa masyarakat lebih membutuhkan pelayanan yang cepat, aman, dan profesional daripada pungutan baru yang tidak relevan.
