SUARANTT.COM,-Aksi mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Kabupaten Kupang (PERMASKKU) dalam mengawal persoalan kemanusiaan di Amfoang mendapat apresiasi dari Dewan Pembina organisasi tersebut, Salomiel Arnius Buraen atau yang akrab disapa Ary Buraen.
Aksi tersebut mencuri perhatian saat kedatangan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, di Kupang pada Kamis 21 May 2026.
Diketahui Mahasiswa PERMASKKU menyambut langsung di pintu masuk wilayah Nusa Tenggara Timur yakni jalur utama keluar dari bandara El Tari Kupang dengan menyampaikan aspirasi terkait kondisi masyarakat Amfoang yang dinilai membutuhkan perhatian serius pemerintah pusat.
Tidak hanya menyampaikan aspirasi, mahasiswa juga berhasil mendorong Wakil Presiden untuk merespons langsung persoalan tersebut. Dalam pertemuan itu, Wapres disebut diyakinkan untuk turun langsung melihat kondisi di wilayah Amfoang, yang kini dipandang bukan sekadar persoalan administratif, melainkan telah berkembang menjadi isu kemanusiaan.
“Ada jeritan air mata yang bertahun-tahun luput dari perhatian pemerintah,” ujar Ketua PERMASKKU, Asten Bait, di hadapan Wakil Presiden.
Menanggapi hal tersebut, Ary Buraen menilai langkah yang diambil mahasiswa merupakan bentuk keberanian moral dalam memperjuangkan nasib masyarakat.
“Apa yang dilakukan PERMASKKU adalah langkah berani untuk membuka wajah penderitaan masyarakat Amfoang. Ini patut diapresiasi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa persoalan Amfoang bukan hanya menjadi tanggung jawab segelintir pihak, melainkan merupakan isu kemanusiaan yang harus menjadi perhatian bersama.
“Amfoang adalah nadi perjuangan kita semua. Apa yang terjadi di sana diketahui banyak pihak, sehingga secara kemanusiaan harus ada gerakan moral seperti yang dilakukan mahasiswa,” katanya.
Sebagai figur yang juga memiliki latar belakang aktivis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Kupang, Ary menilai peran mahasiswa dan pemuda sangat strategis dalam mengawal isu-isu sosial.
Menurutnya, mahasiswa memiliki sejarah panjang dalam perjuangan bangsa dan harus terus menjaga eksistensi melalui gerakan organisasi yang berpihak pada kepentingan rakyat.
“Saya sebagai Dewan Pembina sangat mengapresiasi. Mahasiswa dan pemuda harus tetap eksis, karena bangsa ini lahir dari perjuangan mereka. Sejarah itu harus dijaga dan dirawat,” tegasnya.
Ia juga berharap mahasiswa dan pemuda Kabupaten Kupang terus mengambil peran sebagai mitra kontrol dan mitra kritis pemerintah daerah, demi mewujudkan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat.
