Home / HEADLINE / Peserta Sail Dijadwalkan Kunjungi Matim Selama Seminggu
Peserta Sail Dijadwalkan Kunjungi Matim Selama Seminggu

Peserta Sail Dijadwalkan Kunjungi Matim Selama Seminggu

Borong,suarantt- Peserta Sail Komodo dijadwalkan mengunjungi obyek wisata  yang ada di Manggarai Timur (Matim) selama seminggu. Dari jadwal yang ditetapkan biro Ekonomi Provinsi NTT selaku Sekertariat Sail Komodo NTT,  peserta Sail Komodo akan menyingahi  Matim dari tanggal 27 Agustus hingga 1 Sepetember 2013.

“Dari hasil kosultasi saya di Kupang dengan pihak Dispar dan Biro Ekonomi NTT peserta Sail Komodo dijdwalkan akan berada di Matim dari tanggal 27 Agustus hingga 1 September 2013,” kata Drs Wihelmus Deo,  Kepala Dinas Pariwisata Dan Budaya (Disparbud) Matim Sabtu (27/4).

Menurutnya, dari jadwal yang ada dapat memberikan keuntungan bagi  masyarakat Matim karena  masyarakat dapat mempromosikan potensi yang ada di Matim baik itu kerajinan tradisional berupa tenunan songke maupun makanan lokal dan buah-buah buahan yang ada di Matim.

“Kita juga senang dengan waktu yang begitu lama dari peserta Sail Komodo yang akan mengunjungi Matim. Kunjungan ini sangat bermanfaat untuk mendorong kemajuan Ekonomi masyarakat kita,“ ungkap Kadis Wihelmus.

Dia menambahkan, pihak Disparbud Matim telah mengusulkan 10 obyek wisata ke Sekertariat Sail Komodo NTT. “Kita sudah usulakan 10 obyek wisata menarik yang akan dikunjungi di Matim diantaranya Pantai Cepi Watu, Danau Rana Mese,  Rumah adat Matim di Compang Teber,  Hutan tropis Poco Ndeki dengan keunikan dua buah batu kelamin di puncak gunung, Hutan pong Dode yang persis berada ditengan perkampungan, Gua Maria Cincoleng, Pantai Watu Pajung, Ranah Tonjong, Kampung Tua Ninge yang berada di teluk Ninge,Pantai Laing Lewe, dan pantai wae Wole” katanya.

Dijelaskan Kadis Wihelmus, dari 10 obyek tersebut yang menjadi titik labuh adalah pantai Cepi Watu yang berada di Borong Ibu Kota Manggarai Timur. Demikian juga menurutnya, dalam satu kapal akan ada 5 hingga 7 sailor. “Kapal mereka akan tetap berada  di laut dan menggunakan speed boad karet menuju tepi pantai. Speed boat dan kapal layar mereka nantinya akan dijaga oleh masyrakat dengan dibiayai para peserta dan hal inilah yang dapat menguntungkan masyrakat juga,” terangnya.(jhs)

 

About penulis

Scroll To Top
Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better

Twitter

Facebook

Google+