Home / HEADLINE / Komentar Uskup Ruteng Soal Pilgub NTT 2013
Komentar Uskup Ruteng Soal Pilgub NTT 2013

Komentar Uskup Ruteng Soal Pilgub NTT 2013

Ruteng,suarantt- Pada tahun 2013 ini,Propinsi Nusa Timur akan melaksanakan pesta demokrasi pemilihan Gubernur NTT. Seperti biasa pasti selalu ada beberapa paket yang berbeda-beda, bukan hanya dari segi territorial atau pulau, tetapi juga dari segi agama atau iman. Banyaknya paket pasti mempersulit masyarakat untuk menjatuhkan pilihan mereka.

Demikian disampaikan Uskup Ruteng Monsinyur Hubert Leteng,Pr dihadapan siding Pastoral Post Natal di Gedung Efata Ruteng Rabu (9/1/2013).

Monsinyur Hubert meminta agar paket-paket yang bertarung dalam Pilgub NTT 18 Maret 2013 mendatang bisa duduk bersama dan bisa bersikap jujur, objektif, dan rendah hati untuk menilai dan mengakui paketnya sendiri dan paket-paket lain.

“Akan tetapi harapan seperti itu akan tampak sulit terjadi. Akibatnya suara masyarakat terpecah-pecah,” imbuhnya.

Pemimpin umat Katholik Manggarai raya itu menghimbau para Iman, Biarawan biarawatu untuk tidak masuk dan tidak bergerak dalam wilayah politik praktis untuk membuat kampanye atau promosi atas nama paket tertentu lewat telpon atau sms, lewat mimbar sabda atau khotbah, lewat pertemuan atau visitasi, terang ataupun gelap.

“Setiap kita pasti memiliki opini atau pilihan pribadi, namun hendaklah kita tidak membuat propaganda terbuka ataupun terselubung untuk mempengaruhi masyarakat atau umat,” ungkap Uskup Hubertus.

Lebih lanjut, Monsinyur Hubert mengaskan gereja dilarang memberikan kesempatan kepada paket apa saja untuk memberi sambutan atau sekedar ucapan selamat kepada masyarakat atau umat dalam gereja. Hal itu dilakukan untuk menjaga kesakralan dan netralitas gereja dari pengaruh-pengaruh politik.

“Ini dasarnya mengapa di dalam gedung gereja, saya lebih suka menggunakan sebutan himbauan pastoral dari pada kata sambutan. Begitu juga atribut-atribut paket, sebaiknya jangan ditempel pada lokasi-lokasi sekitar gedung gereja, aula atau pastoran,” tegasnya.

Dia meminta hendaknya aneka kegiatan menjelang Pilgub tidak sampai mengabaikan atau mengorbankan pelayanan publik bagi kepentingan umum masyarakat. Kegiatan menyongsong Pilgub harus tetap memberi porsi waktu dan perhatian yang pantas bagi pelayanan umum masyarakat.

“Katakan jangan sampai pelayanan publik ditinggalkan terlalu lama atau terlalu sering karena kesibukan sosialisasi atau kampanye. Kegiatan-kegiatan harus diatur dengan baik sehingga tanpa kehadiran kita, pelayanan publik tetap dapat berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya. (Alfan Manah)

 

About penulis

Scroll To Top