Home / HEADLINE / Demonstrasi Gulingkan Bupati Ricuh
Demonstrasi Gulingkan Bupati Ricuh

Demonstrasi Gulingkan Bupati Ricuh

Foto : Demo gulingkan Bupati Mabar ricuh

Labuan Bajo,Suarantt- Unjuk rasa massa yang mengatasnamakan Masyarakat Manggarai Barat Penegak Hukum berlangsung ricuh Senin (7/1). Kericuhan dipicu aksi anarkis demonstran yang melempari kantor Bupati Manggarai Barat dengan batu. Akibatnya, kaca depan Kantor Bupati pecah.  Pengunjuk rasa juga menggelinding ban bekas yang masih menyala ke barikade polisi.

Pasukan brimob dari Subden B Ruteng bersama anggota polres Mabar terpaksa melepaskan tembakan peringatan dan gas air mata ke arah demonstran. Polisi yang marah juga mengejar dan memukul pendemo.

Koordinator Lapangan, Nikolaus Kelani terkena tembakan peluruh aparat, dibagian jari telunjuk, sebelah kiri. Selain Niko, korban lainnya adalah Petrus Bambut dan dominikus, yang terpaksa dirawat intensif di Puskesmas setempat.

 

Seperti unjuk rasa sebelumnya,massa yang mengatasnamakan masyarakat Mabar penegak hukum itu menutut Bupati Agustinus Ch.Dulla dan Wabup Maksi Gasa segera tanggalkan jabatan menyusul keluarnya putusan Mahkamah Agung yang menyatakan pengangkatan dan pelantikan Gusti Dulla dan Maksi Gasa cacat hukum.

Menurut pengunjuk rasa, kemenangan paket GUSTI pada Pemilukada Mabar Mei 2010 lalu karena melakukan politik. Pengadilan Negeri Labuan Bajo dan pengadilan Tinggi Kupang. Menjatuhkan hukuman penjara enam bulan kepada seorang pendukung paket GUSTI atas nama Vitalis Jehaman.

Dalam orasinya kordinator aksi Niko Klani mengatakan Mahkama Agung (MA) dalam putusan perkara kasasi tata usaha negara (TUN) yang diajukan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) melawan W. Fidelis Pranda sebagai termohon kasasi memerintahkan Mendagri mencabut surat keputusan (SK) 131.53-461 dan SK 132.53.462 Tahun 2010 tentang pengesahan dan pengangkatan bupati dan wakil bupati Manggarai Barat periode 2010-2015 atas nama Agustinus Ch.Dula- Gaza Maximus sebagai objek gugatan karena tidak sah dan batal demi hukum.

Kericuhan itu menyebabkan bagian depan kantor bupati Mabar rusak parah. Sejumlah orang yang dianggap provokator diamankan polisi. (Richard Kandy/jhs)

 

About penulis

Scroll To Top