Home / NEWS / HUKUM / Baru Bisa Bawa Mobil,Kepsek SLB Tabrak Siswanya Hingga Tewas
Baru Bisa Bawa Mobil,Kepsek SLB Tabrak Siswanya Hingga Tewas

Baru Bisa Bawa Mobil,Kepsek SLB Tabrak Siswanya Hingga Tewas

Ruteng,suarantt- Naas menimpa Varianus Agung Senin pagi (17/12). Siswa penderita Tuna Rungu (bisu tuli) berusia 10 tahun yang duduk di kelas dasar dua Sekolah Luar Biasa (SLB) Karya Murni Ruteng itu tewas mengenaskan akibat tertabrak mobil yang sedang dikemudikan Suster Yovita kepala sekolahnya sendiri.

polisi yang datang ke lokasi kejadian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) tepatnya di halaman depan SLB Karya Murni. Tubuh korban yang terkapar dengan kondisi kepala hancur dievakuasi ke rumah Sakit Daerah Ruteng untuk di otopsi. Pihak sekolah memilih bungkam dengan media mereka mengaku tak tau persis kejadian itu.

Kepada suarantt  di unit lantas polres Manggarai Suster Yovita menuturkan,kejadian itu terjadi Senin pagi sekitar jam 7.30 wita. Saat kejadian dirinya hendak pergi ke luar kompleks SLB untuk suatu keperluan. Baru sekitar 10 meter mobilnya keluar dari garasi , korban tiba-tiba muncul dari arah gudang.

Karena panik, mobil kijang yang dikemudikan sendiri oleh Suster Yovita jadi hilang kendali. Bukanya menginjak rem, sang kepsek malah menekan pedal gas. Tak ayal, mobil kijang bernomor polisi EB 7238 E itu meluncur kencang menghantam telak tubuh anak cacat itu. Korban yang terpental  membentur besi truk yang sedang terparkir di sisi luar halaman depan sekolah pun tewas seketika dengan kondisi kepala pecah. Sementara bagian depan mobil kijang ringsek membentur badan truk.

“saat anak itu(korban) lari memotong jalan,saya kaget dan panik sehingga saya  salah injak pedal,saya mau injak rem tau-taunya kaki saya malah menekan pedal gas, mobil pun meluncur tambah kencan dan menabrak dia “kata suster Yovita.

Suster kepala yang baru pindah dari  yayasan pusat Karya Murni Medan sumatera Utara mengaku bahwa dirinya belum mahir menyetir mobil. Dia belajar menyetir sejak sepekan lalu dilatih supirnya. Akibat kejadian itu suster Yovita begitu terpukul. Nyawa anak cacat yang sudah diasuh yayasan Karya Murni sejak umur empat tahun itu justru melayang ditangan Suster Kepala Sekolah.

“saya baru tau bawa mobil sekitar sepekan lalu dan sudah bisa nyetir ke luar kompleks. saya sangat berdosa karena sudah menghilangkan nyawa anak asuh saya, soal proses hukum saya siap menerimanya” ungkapnya.

Ditemui di SLB Karya Murni, ayah korban Goris Ogot mengaku pasrah dengan kematian anaknya itu. Dia dan keluarga bahkan tidak akan menuntut Suter Yovita.” saya sudah merelakan kematian anak saya, soal suster yang menabraknya kami sudah memaafkan dia dan tidak akan menuntutnya” Kata Goris

Usai di otopsi di ruang mayat RSUD Ruteng,jenasah anak ke 5 dari 7 bersaudara pasangan Goris Ogot dan Keris Mues itu dibawa ke kampung halamanya di Bobong Desa Tengku Lese Kecamatan Rahong Utara.(jhs)

About penulis

Scroll To Top
Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better

Twitter

Facebook

Google+