Home / HEADLINE / Hama Wereng Kepung Hilihintir Selama 2012, petani terancam kelaparan
Hama Wereng Kepung Hilihintir Selama 2012, petani terancam kelaparan

Hama Wereng Kepung Hilihintir Selama 2012, petani terancam kelaparan

Ruteng,Suarantt- Ratusan hektar tanaman padi di Desa Hilihintir Kecamatan Satar Mese Barat Kabupaten Manggarai NTT rusak diserang  Wereng . Seperti  disaksikan  Suarantt.com  di areal sawah Poong Pahar Selasa (11/12), batang-batang serta daun padi terlihat gosong seperti lama tak terkena air. Bulir padi yang berwarna kuning seolah padi siap panen tak ada isinya. Rumput liar malah tumbuh menjulang di celah-celah batang padi.

“ beginilah kondisi padi yang rusak akibat hama Wereng pak, padi yang sudah berbuah mendadak layu. Akar padi terputus, disusul perubahan batang dan daun padi berwarna kuning. Bunga padi yang tadinya masih hijau menjadi kuning lama-lama pucat dan mati” UJar Salesius Sipri pemilik padi.

Salesius Sipri merupakan satu dari ratusan petani sawah Desa Hilihintir yang mengalami gagal panen. Dari dua hektar padi miliknya, tak satu petak pun padi yang jadi. Semua jeri payahnya hancur dimakan hama wereng. Tiga kali musim tanam sepanjang tahun 2012, Salesius selalu makan angin. Padahal dalam kondisi normal sawah  seluas dua hektar miliknya itu  bisa menghasilkan 13 hingga 14 ton padi.

Serangan Wereng di Desa Hilihintir lanjut Salesius sudah berlangsung dari awal tahun 2012. Biaya kerja sawah tiga kali musim tanam buang percuma, stok padi sisa hasil penen akhir tahun 2011 sudah habis. Untuk mengganjel perut keluarganya Sipri terpaksa membeli beras di Iteng ibu kota kecamatan Satar Mese dengan harga Rp.8.500,-/kg. Porsi makan sehari-hari untuk keluarganya  terpaksa dikurangi.

“ saya rugi besar pak, biaya kerja sawah buang percuma. Sekarang  stok beras sudah habis. Yang ada ekonomi keluarga memburuk,uang habis untuk beli beras” Ujar Salesius.

Kepala Desa Hilihintir Anastasius Dato, menjelaskan, dari total 600 hektar sawah di Hilihintir yang belum diserang hama tak lebih dari 150 hektar . Selebihnya dikepung Wereng. Kata dia, Petugas Penyuluh Pertanian (PPL) bahkan tidak bisa atasi serangan hama Wereng itu meski rutin turun ke sawah melakukan pengendalian hama.

“ serangan hama wereng kali ini merupakan yang terparah dalam 10 tahun terakhir.  Kalau kondisi ini terus berlangsung, lebih dari 5000 jiwa warga desa Hilihintir terancam kelaparan” ujar Anastasius Dato.

Atur Pola Tanam

Menanggapi serangan hama Wereng di Desa Hilihintir Kecamatan Satar Mese Barat, Kepala Dinas Tanaman Pangan Dan Hortikultura Kabupaten Manggarai, Vincen Marung Selasa (11/12) di Ruang kerjanya mengaku pihaknya sudah menerima laporan serangan hama Wereng tersebut. Kata dia, Serangan Wereng tidak hanya di Hilihintir namun menyasar wilayah lain di Kecamatan Satar Mese dan Satar Mese Barat.

Vincen Marung menjelaskan, serangan hama yang merusak tanaman padi di Dua kecamatan itu disebabkan oleh virus Tungro yang dikenal sangat kebal meski dihantam obat. Virus Tungro bekerja melalui hama Wereng Hijau dan rumput teki-tekian di celah-celah batang padi.

Untuk memutuskan rantai penularan virus Tungro, kata Vincen dilakukan dengan mengatur pola tanam. Untuk sementara petani diminta untuk menanam tanaman semusim di dalam petak sawah seperti jangung dan kacang.  Cara lain yakni sawah diberotkan atau disitirahatkan baik dari tanaman juga dari aliran air. Lalu lakukan penyemprotan untuk memusnahkan teki-tekian sebagai tanaman inang Tungro.

“ pengaturan pola tanam atau pemberotan sawah terbukti mematikan virus Tungro, sudah banyak petani sawah yang lakukan hal itu.hasilnya, petani kembali memanen padi seperti biasa” Kata Vincen.

Jika tidak bisa mengistirahatakan lahan atau mengatur pola tanam, masih ada cara lain untuk  tetap memanen padi yakni  menggunakan benih  padi yang tahan Wereng  yakni benih Inpari 13 varietas padi irigasi. “padi ini terbukti kebal dengan Wereng dan virus Tungro,kita sudah terapkan itu beberapa tempat di Satar Mese sejak September 2012 . Hasilnya Inpari 13 tumbuh subur dan bebas dari serangan hama dan virus” UJar Vincen Marung. (jhs)

 

About penulis

Scroll To Top
Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better

Twitter

Facebook

Google+